TUGAS SOAL ETIKA PROFESI 2
1. Kompetensi apa yang harus dimiliki seorang network administrator, network engineer, network programmer, database administrator, database designer, profesi lain yang terkait dengan jurusan sistem komputer ?.
Jawab :
> Network Administrator : Mengurusi & mengoperasi jaringan LAN maupun WAN, manajemen sistem serta dukungan terhadap perangkat kerasnya .
> Network Engineer :
- Melaksanakan komunikasi & analisa sistem networking
- Mendisain perencanaan untuk integrasi. Mendukung jaringan pada internet, intranet & extranet.
- Menganalisa & ikut ambil bagian dalam pengembangan standardisasi keamanan & implementasi mengendalikan untuk keamanan LAN & WAN.
> Database Administrator : Bertanggung jawab Untuk administrasi & pemeliharaan teknis yang menyangkut perusahaan dalam pembagian sistem database.
> Database Designer : proses menghasilkan rinci model data dari database. Ini model data logis yang dibutuhkan dan fisik desain pilihan logis yang diperlukan dan fisik penyimpanan parameter yang diperlukan untuk menghasilkan desain dalam Data Definition Language, yang kemudian dapat digunakan untuk membuat database. Sebuah model data sepenuhnya disebabkan berisi atribut rinci untuk setiap entitas.
2. Perbedaan teknik informatika, sistem operasi, sistem komputer, software enginering ?.
jawab :
Falkultas ilmu komputer adalah ilmu yang mempelajari, memahami dan mengembangkan ilmu komputer. Didalam falkultas ilmu komputer terdapat beberapa jurusan diantaranya Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Sistem Informasi, Sistem Komputer, dan Software-Engineering. Adapun pengertiannya dan perbedaannya diantara jurusan berikut penjelasannya.
Teknik Informatika
Teknik Informatika merupakan suatu program yang cakupannya cukup luas, mulai dari fondasi teoritis mengenai perancangan algoritma, yaitu konsep dasar yang melandasi pengembangan perangkat lunak, sampai kepada penerapan mutakhir berupa aplikasi robotika, kecerdasan buatan, bio-informatika, dan topik-topik menarik lainnya.
Fokus kurikulum Ilmu Komputer dan Teknik Informatika seringkali lebih ilmiah dan teoritis, dan cukup banyak mengandung unsur matematika dan logika. Seorang lulusan Ilmu Komputer/Teknik Informatika memiliki kemampuan untuk merancang dan mengembangkan perangkat lunak yang canggih untuk menyelesaikan permasalahan yang rumit.
Teknik Informasi
Teknologi informasi (information Technology) biasa disingakat IT, TI atau infotech. Dalam oxford English Dictionary (OED2) edisi ke -2 mendefinisikan teknologi informasi adalah hardware dan software, dan bisa termasuk di dalalmnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya dalam konteks bisnis atau usaha.
Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah suatu jurusan yang mempelajari tentang aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data..Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. Sistem Informasi Penjualan adalah suatu sistem informasi yang mengorganisasikan serangkaian prosedur dan metode yang dirancang untuk menghasilkan, menganalisa, menyebarkan dan memperoleh informasi guna mendukung pengambilan keputusan mengenai penjualan. Lulusan dari program ini memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan industri saat ini, di mana pemanfaatan teknologi informasi sering menjadi kunci keunggulan sebuah organisasi.
Sistem komputer
Sistem komputer adalah suatu jurusan yang mempelajari tentang jaringan elektronik yang terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras yang melakukan tugas tertentu (menerima input, memproses input, menyimpan perintah-perintah, dan menyediakan output dalam bentuk informasi). Selain itu dapat pula diartikan sebagai elemen-elemen yang terkait untuk menjalankan suatu aktivitas dengan menggunakan komputer. Komputer dapat membantu manusia dalam pekerjaan sehari-harinya, pekerjaan itu seperti: pengolahan kata, pengolahan angka, dan pengolahan gambar.
Elemen dari sistem komputer terdiri dari manusianya (brainware), perangkat lunak (software), set instruksi (instruction set), dan perangkat keras (hardware). Dengan demikian komponen tersebut merupakan elemen yang terlibat dalam suatu sistem komputer. Tentu saja hardware tidak berarti apa-apa jika tidak ada salah satu dari dua lainnya (software dan brainware).
Keahlian yang Ditawarkan pada jurusan Sistem Komputer :
- Networking & Telecomunication
Kemampuan tambahan dalam bidang perencanaan dan pengolahan system jaringan komunikasi data (wire & wireless).
- Robotics dan Otomatisasi
Kemampuan analisis sistem dinamik, vision, dan intelegence untuk mengendalikan robot dan perangkat keras dalam industri.
- Digital System
Kemampuan bidang rekayasa dan perancangan perangkat digital berbasiskan VLSI (Very Large Scale Integration).
- Computer System Management
Kemampuan dalam perencanaan dan pengelolaan perusahaan / organisasi berbasiskan teknologi komputer.
- Mobile Technology and Embedded System
Kemampuan merancang dan mengembangkan sistem yang terkait dengan mobile technology dan embedded system.
Software-Engineering
Software-Engineering adalah Ilmu yang mempelajari tehnik pembuatan software yang baik dengan pendekatan tehnik (Engineering ap¬proach) dan Software-Engineering melakukan desain terhadap aplikasi yang dibuat oleh seorang programer, programer akan menerima instruksi dari seorang software engineering dalam melakukan pembuatan aplikasi semisal baiknya ini itunya dari aplikasi digimanain biar tampak lebih mudah digunakan oleh si user, Diharapkan lulusan Software-Engineering dapat mengelola aktifitas pengembangan software berskala besar dalam tiap tahapannya (software development life cycle).
http://arifust.web.id/2011/03/13/perbedaan-antara-teknik-informatika-teknologi-informasi-sistem-informasi-sistem-komputer-dan-software-engineeringr/
3. Perbedaan antara TI-Forensik dan IT-Audit ?.
Jawab :
Perbedaan antara TI-Forensik dan IT-Audit
- IT Forensik merupakan Ilmu yang berhubungan dengan pengumpulan fakta dan bukti pelanggaran keamanan sistem informasi serta validasinya menurut metode yang digunakan (misalnya metode sebab-akibat), di mana IT Forensik bertujuan untuk mendapatkan fakta-fakta objektif dari sistem informasi, karena semakin berkembangnya teknologi komputer dapat digunakan sebagai alat bagi para pelaku kejahatan komputer. Fakta-fakta tersebut setelah di verifikasi akan menjadi bukti-bukti (evidence) yang akan di gunakan dalam proses hukum, selain itu juga memerlukan keahlian dibidang IT ( termasuk diantaranya hacking) dan alat bantu (tools) baik hardware maupun software.
- Secara umum Audit IT adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit IT lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer.
Audit IT sendiri merupakan gabungan dari berbagai macam ilmu, antara lain Traditional Audit, Manajemen Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi, Ilmu Komputer, dan Behavioral Science. Audit IT bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi faktor-faktor ketersediaan (availability), kerahasiaan (confidentiality), dan keutuhan (integrity) dari sistem informasi organisasi.
http://panjoule.blogspot.com/2011/03/perbedaan-antara-ti-forensik-dan-it.html
4. GPU -> CUDA -> NVIDIA ? paralel processing ??
CUDA, proses CPU ke GPU bersama sama.
________________________________________
Nvidia mengembangkan aplikasi CUDA, apakah CUDA itu. Teknologi GPU atau Chip VGA dapat dimanfaatkan untuk aplikasi. Seperti teknologi procesor / CPU menghitung dan memprocesor software / aplikasi, GPU dapat menangani aplikasi tertentu khususnya aritmatik yang lebih cepat dibanding CPU.
Pengembangan GPU saat ini begitu komplek, begitu cepat dengan kemampuan rendering gambar 3D untuk aplikasi gaming. Nvidia memanfaatkan chip GPU agar bisa digunakan untuk aplikasi biasa lainnya. Fungsinya agar membantu procesor dan menangani bagian tertentu saja.
Singkatnya, CUDA dapat memberikan proses dengan pendekatan bahasa C, sehingga programmer atau pengembang software dapat lebih cepat menyelesaikan perhitungan yang komplek.
Bukan hanya aplikasi seperti teknologi ilmu pengetahuan yang spesifik. CUDA sekarang bisa dimanfaatkan untuk aplikasi multimedia. Misalnya meng-edit film dan melakukan filter gambar.
Sebagai contoh dengan aplikasi multimedia, sudah mengunakan teknologi CUDA. Software TMPGenc 4.0 misalnya membuat aplikasi editing dengan mengambil sebagian proces dari GPU dan CPU.
VGA yang dapat memanfaatkan CUDA hanya versi 8000 atau lebih tinggi.
Proses dan kemudahan dengan CUDA
________________________________________
Memanfaatkan fitur CUDA dari VGA Nvidia sangat mudah. Bila aplikasi sudah memiliki fitur internal untuk memanfaatkan GPU dengan CUDA. Penguna computer cukup mengunakan driver terbaru dan meng-enable fitur CUDA dari software.
Seperti Software TMPGenc 4.0, penguna cukup mengaktifkan pada option program. Dan mengclick proses apa saja yang akan dijalankan dengan GPU melalui CUDA.
Contoh pada gambar , fitur Software TMPGenc 4.0 memiliki tambahan option dari Nvidia CUDA 2.0
Software TMPGenc 4.0 akan memberikan informasi sebesar apa dari pemakaian GPU dan CPU dalam memproses filter gambar dari sebuah film.
Pada gambar dibawah ini ketika proses tidak memanfaatkan CUDA, seluruh proses CPU menangani proses aplikasi. Kedua core CPU akan mendekati full load untuk penanganan proses editing dan filter sebuah film
Pada gambar dibawah ini , ketika proses memanfaatkan CUDA dari GPU dan CPU secara bersamaan. Proses CPU akan turun mengingat beberapa bagian ditangani oleh GPU untuk memproses filter gambar dari sebuah film
Seberapa besar kemampuan CUDA terhadap GPU
________________________________________
Keuntungan dengan CUDA sebenarnya tidak luput dari teknologi aplikasi yang ada. CUDA akan mempercepat proses aplikasi tertentu, tetapi tidak semua aplikasi yang ada akan lebih cepat walaupun sudah mengunakan fitur CUDA.
Hal ini tergantung seberapa cepat procesor yang digunakan, dan seberapa kuat sebuah GPU yang dipakai. Dan bagian terpenting adalah aplikasi apa yang memang memanfaatkan penuh kemampuan GPU dengan teknologi CUDA. Kedepan seperti pengembang software Adobe akan ikut memanfaatkan fitur CUDA pada aplikasi mereka.
Jawaban akhir adalah, untuk memanfaatkan CUDA kembali melihat aplikasi software yang ada. Apakah software yang ada memang mampu memanfaatkan CUDA dengan proses melalui GPU secara penuh. Hal tersebut akan berguna untuk mempercepat selesainya proses pada sebuah aplikasi. Dengan kecepatan proses GPU, aplikasi akan jauh lebih cepat. Khususnya teknologi ilmu pengetahuan dengan ramalan cuaca, simulator pertambangan atau perhitungan yang rumit dibidang keuangan. Sedangkan aplikasi umum sepertinya masih harus menunggu.
Senin, 11 April 2011

NAMA : BOBBY WIBOWO
NPM : 20107351
KELAS : 4KB02
JUDUL : TERBANG TINGGI DI USIA 30 TAHUN
KETERANGAN :
• TANGKAI OBOR BERDIRI TEGAK
o Melambangkan keteguhan hati untuk menyumbangkan dharma bakti kepada Nusa dan Bangsa.
• CAWAN OBOR YANG MELEBAR DAN CEKUNG
o Adalah wadah dari ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam.
• KOBARAN API YANG KUNING KEEMASAN
o Menunjukkan semangat juang yang tak pernah padam dalam menuntut ilmu dan menyumbangkannya kepada masyarakat.
• BOLA DUNIA
o membangun insan cerdas,kreatif mengukir prestasi sampai tingkat dunia.
• BINGKAI SEGI LIMA
o Menyatakan bahwa Universitas Gunadarma berazaskan Pancasila.
• SAYAP KUPU-KUPU
o Melambangkan terus melebarkan prestasi.
• ANNIVERSARY 30 TH
o Menyatakan usia Universitas Gunadarma yang telah mencapai usia 30 tahun.
BAB I
TINJAUAN UMUM ETIKA
Banyak ungkapan, dan tentunya tidak ada yang menyangkal, bahwa manusia
adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia dikaruniai akal budi,
perasaan dan kehendak. Akal adalah alat untuk berpikir sebagai sumber ilmu dan
teknologi. Perasaan adalah alat untuk menyatakan keindahan sebagai sumber seni dan
Dari asal-usul katanya, etika berasal dari bahasa Yunani”ethos” yang berarti
adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Bertolak dari kata tersebut, akhirnya etika
berkembang menjadi studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepatan,
menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia
Menurut professor Robert Salomon, etika dapat dikelompokkan menjadi dua :
Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termasuk bahwa orang yang
beretika adalah orang yang baik. Pengertian ini disebut pemahaman manusia
sebagai individu yang beretika.
• Etika merupakan hokum social. Etika merupakan hukum yang mengatur,
mengendalikan serta membatasi perilaku manusia.
Padanya perkembangannya, etika telah menjadi sebuah studi. Fagothey(1953)
mengatakan bahwa etika adalah studi tentang kehendak manusia, yaitu kehendak yang
berhubunga dengan keputusan yang benar dan yang salah dalam tindak perbuatannya.
Pertanyaan tersebut ditegaskan kembali oleh Sumaryono(1995) yang menyatakan
bahwa etika merupakan studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan
kodrat manusia yang mewujudkan melalui kehendak manusia dalam perbuatannya.
1.2 Etika, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berfungsi sebagai interprestasi tentang hidup
manusia, yang bertugas meneliti dan menentukan semua fakta konkret hingga yang
Abdul Kadir (2001) memperinci unsur-unsur penting filsafat sebagai ilmu sebagai
Dengan cara refleksi, metodis dan sistematis
Beberapa alasan yang dapat dikemukakan untuk itu antara lain adalaah bahwa etika
merupakan ilmu yang mempelajari perbuatan baik dan buruk . Sebagai sebuah ilmu,
etika juga berkembang menjadi studi tentang kehendak manusia dalam mengambil
keputusan untuk berbuat, yang mendasari hubungan antara sesame manusia. Di
samping itu, etka juga merupakan studi tentang pengembangan karena kesadaran,
bukan paksaan. Adapun alasan yang terakhir mengungkap bahwa etika adalah studi
tentang nilai-nilai manusiawi yang berupaya menunjukkan nilai-nilai hidup yang baik
1.3 Etika, Moral, dan Norma Kehidupan
Secara etimologis, etika dapat pula disamakan dengan moral. Moral berasal dari
bahasa latin “mos” yang juga berarti sebagai adat kebiasaan. Secara etimologis, kata
moral sama dengan etika yaitu nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan
seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya didalam komunitas
Hal senada juga disampaikan oleh Lawrence Konhberg (1927-1987), yang
menyatakan bahwa etika dekat dengan moral. Lawrence menyatakan bahwa
pendidikan moral merupakan integrasi berbagai ilmu seperti psikologi, sosiologi,
antropologi budaya, filsafat, ilmu pendidikan, bahkan ilmu politik. Hal-hal itu yang
sedemikian rupa, kita pun memaklumi bahwa membangun etika bukanlah pekerjaan
Lawrence Konhberg mencatat ada enam oerientasi tahap perkembangan moral
yang deket hubungannya dengan etika. Enam tahap tersebut adalah berikut :
1. Orientasi pada hukuman, ganjaran, kekuatan fisik dan material.
2. Orientasi hedonistis hubungan antarmanusia.
6. Orientasi moralitas prinsip suara hati, individual, komprehensif, dan universal.
Kemudian, jika dikaji lebih dalam lagi, beberapa ahli membedakan etika dan
moralitas. Menurut Sony Keraf (1991), moralitas adalah sistem nilai tentang bagaimana
kita harus hidup dengan baik sebagai manusia. Dan menurrut Frans Magis Suseno
(1987), memiliki pernyataan yang sepaham dengan pernyataan diatas, bahwa etika
adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran, sedangkan yang memberi manusia
norma tentang bagaimana manusia harus hidup adalah moralitas. Etika justru hanya
melakukan refleksi kritis atas norma dan ajaran moral tersebut.
1.4 Pelanggran Etika dan Kaitannya dengan Hukum
Banyak hal yang menyebabkan terjadinya tindakan-tindakan tidak etis. Jan Hoesada
(2002) mencatat beberapa factor yang berpengaruh pada keputusan atau tindakan-
tindakan tidak etis dalam perusahaan, antara lain adalah :
c. Perilaku dan kebiasaam individu
Selanjutnya, akan dibicarakan sanksi pelanggaran etika, beberapa jenis sanksi.
1.sanksi sosial. Sanksi sosial ini bisa saja berupa teguran dari pemuka social hingga
Pengucilan dari kehidupan bermasyarakat.
2.sanksi hukum. Dalam hal ini, hukum pidana menduduki tempat utama karena
Masalah integritas, obyektivitas dan manfaat bagi masyarakat luas, pemerintah dan
integritas, obyektivitas dan manfaat bagi masyarakat luas, pemerintah dan
dunia usaha, sedangkan hukum perdata menempati prioritas selanjutnya.
1.5 Berbagai Macam Etika yang Berkembang di Masyarakat
Etika dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu etika deskriptif dan etika
Etika deskriptif merupakan etika yang berbicara mengenai suatu fakta, yaitu
tentang nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas
yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.
Etika normatif merupakan etika yang memberikan penilaian serta himbauan
kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai norma yang
Etika normatif berbeda dengan etika deskriptif. Perbedaanya adalah bahwa
etika diskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang
perilaku yang akan dilakukan, sedangkan etika normative member penilaian sealigus
memberikan norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
1.6 Etika dan Teknologi : Tantangan Masa Depan
Teknologi sebenarnya hanya alat yang digunakan manusia unutk menjawab
tantangan hidup. Jadi,faktor manusia dalam teknologi sangat penting. Ketika manusia
membiarkan dirinya dikuasai teknologi maka manusia yang lain akan mengalahkannya.
Sebenarnya, teknologi dikembangkan untuk membantu manusia dalam melaksanakan
aktivitasnya. Hal itu karena manusia memang memiliki keterbatasan. Keterbatasan
inilah yang lalu harus ditutupi oleh teknologi tersebut. Bagaimana pun, kendali
pengguna teknologi tetap sepenuhnya ada di tangan manusia. Oleh sebab itu,
pendidikan manusiawi termasuk pelaksanaan norma dan etika kemanusiaannya tetap
harus berada pada peringkat teratas, serta tidak hanya melakukan pemujaan terhadap
BAB II
ETIKA KOMPUTER : SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA
Sejarah ini dimulai dari tahun 1940-an, dimana seseorang professor Nobert Wiener
membantu mengembangkan suatau meriam anti pesawat yang mampu menembak
jatuh sebuah pesawat tempur yang melintas diatasnya. Tatangan universal dari proyek
tersebut menyebabkan Wiener dan beberapa rekan kerjanya harus memperhatikan
sisi lain dari sebuah perkembangan teknologi, yaitu etika. Dalam konsep penelitiannya,
Wiener meramalkan terjadinya revolusi social dan konsekuensi etis dari perkembangan
teknologi informasi. Ditahun 1948, di dalam bukunya Cybernetics: control and
Communication in the Animal and the Machine. Didalam buku tersebut dikatakan
bahwa Wiener mengungkapkan bahwa mesin komputasi modern pada prinsipnya
merupakan sistem jaringan syaraf yang juga merupakan peranti kendali otomatis.
Dalam pemanfaatan mesin tersebut, manusia akan dihadapkan pada pengaruh social
tentang arti penting teknologi tersebut yang ternyata mampu memberikan “kebaikan”,
Pada pertengahan tahun 1960, Donn Parker dari SRI Internasional Menlo Park
California melakukan berbagi riset untuk menguji penggunaan computer yang tidak sah
dan tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang computer. Parker menyampaikan
ungkapan yang menggambarkan bahwa ketika orang-orang masuk pusat kompter,
mereka meninggalkan etika mereka diambang pintu. Selanjutnya, Parker melakukan
riset dan mengumpulkan berbagai contoh kejahatan computer dan aktifitas lain yang
menurutnya tidak pantas dilakukan para professional computer. Parker juga dikenal
menjadi pelopor kode etik profesi bagi professional di bidang computer, yang tandai
dengan usahanya pada tahun 1968 ketika ditunjuk untuk memimpin pengembangan
Kode Etik Profesional yang pertama dilakukan untuk Association for Computing
Perkembangan etika computer di era 1970-an juga diwarnai dengan karya Walter
Maner yang sudah mulai menggunakan istilah “computer ethics” untuk mengacu pada
bidang pemeriksaan yang berhadapan dengan permasalahan etis yang diciptakan oleh
Tahun 1980-an, sejumlah konsekuensi social dan teknologi informasi yang etis
menjadi isu public di Amerika dan Eropa. Hal-hal yang sering dibahas adalah computer-
enable crime atau kejahatan computer, masalah-masalah yang disebabkan karena
kegagalan sistem computer, invasi keleluasaan pribadi melalui databse computer dan
perkara pengadilan mengenai kepemilikan perangkat lunak. Dan akhirnya membawa
etika computer sebagai suatu disiplin ilmu. Perteengahan 80-an, James Moor
menerbitkan artikel menarik yang berjudul “What Is Computer Ethics?”, dan Deborah
Johnson juga menerbitkan buku teks Computer ethics.
Sepanjang tahun 1990-an sampai sekarang makin banyak buku teks, artikel tentang
bidang etika komputer dan pemikiran yang baru, seperti Donald Gotterbarn, Keith
Miller, Simon Rogerson, dan Dianne Martin seperti juga banyak organisasi professional
computer yang menangani tanggung jawab social profesi tersebut, seperti Electronic
Frontier Foundation, ACM-SIGCAS – memeimpin proyek relevan untuk melakukan
riset mengenai tanggung jawab professional dibidang komputasi. Para ahli computer
di Inggris, Polandia, Belanda, dan Italia menyelenggarakan ETHICOMP sebagai
rangakaian konferensi yang dipimpin oleh Simon Rogerson. Kepeloporan Simon
Rogerson dari De Montfort University (UK), yang mendirikan Centre for computing
and Social Resposibility. Di dalam pandangan Rogerson, ada kebutuhan dalam
pertengahan tahun 1990 untuk sebuah “generasi kedua” yaitu tentang pengembangan
The mid-1990s has heralde the beginning of a second generation of computer
Ethics. The time has come to build upon and elaborate the conceptual foundation
whilst, in parallel, developing the frameworkws within which pratical action
can occur, thus reducing the probability of unforeseen effect of information
technology application [Rogerson, Bynum,1997].
Berkat jasa dan kontribusi pemikiran yang brilian dari para ilmuwan dibidang etika
computer. Akhirnya etika computer menjadi salah satu bidang ilmu utama pada banyak
pusat riset dan perguruan tinngi di dunia yang akan terus dikembangkan mengikuti
Isu-isu pokok yang berhubungan dengan etika di bidang pemanfaatan teknologi
• Kejahatan Komputer : kejahatan seperti menyebar virus, spam email,
penyadapan transmisi, carding (pencurian melalui internet), DoS (Denial of
Services), hacker, cracker dan sebagainya.
• Cyber Ethics :berkembang pada internet, merupakan suatu jaringan yang
menghubungkan computer diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit
menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses. Menuntut adanya aturan
dan prinsip dalam melakukan komunikasi via internet. Salah satuyang
dikembangkan adalah Neiket atau Nettiquette, yang merupakan salah satu
etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet.
• E-commerce : sebuah sistem yang digunakan untuk perdagangan yang
menggunakan mekanisme elektronik yang ada di jaringan internet. Pada
permasalahan yang menyangkut perdagangan via tersebut, diperlukan acuan
model hukum yang dapat digunakan sebagai transaksi. Salah satu acuan
internasional adalah Uncitral Model Law on Electronic Commerce 1996.
Model tersebut telah disetujui oleh General Assembly Ressolution No 51/162
• Pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual : pelanggaran yang dilakukan
atas kekayaan intelektual tentang pembajakkan, softlifting (pemakaian lisensi
melebihi kapasitas penggunaan yang seharusnya), penjualan CDROM illegal
atau juga penyewaan pernagkat lunak illegal.
Tanggung Jawab Profesi : kode etik profesi tersebut menyangkut kewajiban
pelaku profesi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, kewajiban pelaku
profesi terhadap masyarakat, kewajiban pelaku profesi terhadap sesame
pengemban profesi ilmiah, serta kewajiban pelaku profesi terhadap sesame
umat manusia dan lingkungan hidup. Munculnya kode etik profesi tersebut
tentunya memberikan gambaran adanya tanggung jawab yang tinggi bagi
para pengemban profesi bidang computer untuk menjalankan fungsi dan
tugasnya sebagai seorang profesional dengan baik sesuai garis-garis
profesionalisme yang ditetapkan.
BAB III
PEKERJAAN, PROFESI, DAN PROFESIONAL
Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah
profesi. Profesi adalah suatu bentuk pekerjaan yang mengharuskan pelakunya memiliki
pengetahuan tertentu yang diproleh melalui pendidikan formal dan keterampilan
tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja pada orang
menguasai keterampilan tersebut, dan terus memperbaharui ketrampilannya sesuai
Dengan mencintai profesi, orang akan terpacu untuk terus mengembangkan
kemampuan yang mendukung profesi tersebut. Kembali menilik pada pengertian profesi
yang telah dibahas sebelumnya, seorang pelaku profesi haruslah memiliki sifat-sifat
Menguasai ilmu secara mendalam dalam bidangnya.
Mampu mengonversikan ilmu menjadi ketrampilan.
Selalu menjunjung tinggi etika dan integritas profesi.
Selanjutnya, seorang yang professional adalah seseorang yang menjalankan
melakukannya
menurut
profesionalisme yang berlaku pada profesinya tersebut. Beberapa sikap sebagai
Menjadi bagian masyarakat professional.
Proses professional atau profesionalisasi adalah proses evolusi yang menggunakan
pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi ke arah status
professional.Untuk mengukur sebuah profesionalisme, tentunya perlu diketahui terlebih
dahulu standar professional. Secara teoritis menurut Gilley dan Eggland (1989), standar
professional dapat diketahui dengan empat perspektif pendekatan, yaitu :
a. Pendekatan berorientasi filosofi :
Ø Pendekatan lambang professional : Lambang professional yang dimaksud
antara lain seperti sertifikasi, lisensi, dan akreditasi.
Ø Pendekatan sikap individu : pendekatan ini melihat bahwa layanan
individu pemegang profesi diakui oleh umum dan bermanfaat bagi
Ø Pendekatan electic : ini merupakan pendekatan yang menggunakan
prosedur, teknik, metode dan konsep dari berbagai sumber, sistem,dan
b. Pendekatan orientasi perkembangan :
Ø Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap
Ø Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu
untuk mendukung profesi yang dijalaninya.
Ø Terorganisir secara formal pada suatu lembaga yang diakui oleh
pemerintah dan masyarakat sebagai sebuah organisasi profesi.
ØMembuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan
pengalaman atau kualifikasi tertentu.
ØMenentukan kode etik profesi yang menjadi aturan main dalam
menjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota
ØRevisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu seperti syarat
akademis dan pengalaman melakukan pekerjaan di lapangan.
c. Pendekatan orientasi karakteristik :
Ø Kode etik profesi yang merupakan aturan main dalam menjalankan
Ø Pengetahuan yang terorganisir yang mendukung pelaksanaan sebuah
Ø Keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus.
Ø Tingkat pendidikan minimaldari sebuah profesi. Ini penting untuk menjaga
mutu profesi yang bersangkutan.
Ø Sertifikat keahlian yang harus dimiliki sebagai salah satu lambing
Ø Proses tertentu sebelum memangku profesi untuk bisa memikul tugas dan
tanggung jawab dengan baik.
Ø Adanya kesempatan untuk menyebarluaskan dan bertukar ide di antara
Ø Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malpraktik dan
pelanggaran kode etik profesi.
d. Pendekatan orientas non-tradisional : perspektif pendekatan non-tradisional
menyatakan bahwa seseorang dengan bidang ilmu tertentu diharapkan
mamapu melihat dan merumuskan karakteristik yangunik dan kebutuhan
Dapat disimpulkan bahwa mengukur profesionalisme bukanlah hal yang
mudah karena profesionalisme tersebut diperoleh melalui suatu proses
professional, yaitu proses evolusi dalam mengembangkan profesi kea rah
status professional yang diharapkan.
BAB IV
PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI IFORMASI
4.1 Gambaran Umum Pekerjaan di Bidang Teknologi Informasi
Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi informasi setidaknya terbagi
1. Kelompok pertama, mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software), baik mereka yang
merancang sistem operasi, database, maupun sistem aplikasi. Terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti
2. Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras
(hardware). Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti:
3. Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem
operasional sistem operasi. Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-
4. Kelompok keempat, adalah mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis teknologi
informasi. Pada bagian ini, pekerjaan diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja berbagai
4.2 Profesi di Bidang TI Sebagai Profesi
Sebagai contoh, akan dikaji apakah pekerjaan software engineer bisa
digolongkan sebagai sebuah profesi. Software engineer melakukan aktifitas
engineering (analisa, rekayasa, spesifikasi, implementasi, dan validasi) untuk
menghasilkan produk berupa perangkat lunak yang digunakan untuk memecahkan
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan benar,
seorang software engineer perlu terus mengembangkan bidang ilmu dalam
pengembangan perangkat lunak seperti misalnya :
a. Bidang ilmu metodologi pengembangan perangkat lunak
Untuk itu, seorang software engineer idealnya merupakan seseorang yang memiliki
pendidikan formal setingkat sarjana atau diploma dengan ilmu yang merupakan
gabungan dari bidang-bidang seperti :
a. Ilmu Komputer (Computer Science)
sebuah
profesi
pengetahuan dalam ilmu computer saja melainkan interdisipliner dari berbagai
bidang ilmu yang saling mengisi dan saling mendukung dalam menjalankan
4.3Pekerjaan di Bidang TI Standar Pemerintah
Pegawai negeri sipil yang bekerja di bidang teknologi informasi disebut
pranata computer. Pranata computer adalah pegawai negeri sipil yang diberi
tugas, wewenang, tanggung jawab, serta hak untuk membuat, merawat, dan
mengembangkan sistem, dan atau program pengolahan dengan computer. Di
bawah ini beberapa penjelasan tentang pranata computer tersebut :
Pengangkatan Pejabat Pranata Komputer
Syarat-Syarat Jabatan Pranata Komputer
• Bekerja pada satuan organisasi instansi pemerintah dan bertugas
pokok membuat, memelihara dan mengembangkan sistem dan atau program
• Berijasah serendah-rendahnya Sarjana Muda/Diploma III atau yang
Memiliki pendidikan dan atau latihan dalam bidang computer dan atau
pengalaman melakukan kegiatan bidang computer
• Memiliki pengetahuan dan atau pengalaman dalam bidang tertentu
yang berhubungan dengan bidang computer
• Setiap unsure penilaian pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya
Jenjang dan Pangkat Pranat Komputer
Pembebasan Sementara Pranata Komputer
Pemberhentian dari Jabatan Pranata Komputer
Standardisasi Profesi TI Menurut SRIG-PS SEARCC
SEARCC (South East Asia Regional Computer Confideration) merupakan suatu
beranggotakan
himpunan
Technology – Teknologi Informasi) yang terdiri dari 13 negara. Indonesia sebagai
anggota SEARCC telah aktif turut serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan
oleh SEARCC. Salah satunya adalah SRIGP-PS (Special Regional Interest Group
on Profesional Standardisation), yang mencoba merumuskan standardisasi
pekerjaan dalam dunia teknologi informasi.
Beberapa criteria yang menjadi pertimbangan dalam klarifikasi job, yaitu :
Cross country, cross-enterprise applicability, ini berarti job yang
diidentifikasi tersebut harus relevan dengan kondisi region dan setiap Negara
bukan
tittle
berorientasi pada fungsi, yang berarti bahwa gelar atau title yang diberikan pada
Testable/certifiable, klasifikasi pekerjaan harus bersifat testable, yaitu
bahwa fungsi yang di definisikan dapat diukur/diuji.
Applicable, fungsi yang didefinisikan harus dapat diterapkan pada
mayoritas Profesional TI pada region masing-masing
Gamar 4.1 Model klasifikasi yang direkomendasikan
Setiap jenis pekerjaan dari skema di atas masing-masing memiliki 3 tingkatan,
(terbimbing).
Tingkatan
pengalaman, membutuhkan pengawasan dan petunjuk dalam pelaksanaan
Moderately supervised (madya). Tugas kecil dapat dikerjakan oleh
mereka, tetapi tetap membutuhkan bimbingan untuk tugas yang lebih besar, 3-5
Independent/Managing (mandiri). Memulai tugas, tidak membutuhkan
bimbingan dalam pelaksansaan tugas.
TINJAUAN UMUM ETIKA
Banyak ungkapan, dan tentunya tidak ada yang menyangkal, bahwa manusia
adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Manusia dikaruniai akal budi,
perasaan dan kehendak. Akal adalah alat untuk berpikir sebagai sumber ilmu dan
teknologi. Perasaan adalah alat untuk menyatakan keindahan sebagai sumber seni dan
Dari asal-usul katanya, etika berasal dari bahasa Yunani”ethos” yang berarti
adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Bertolak dari kata tersebut, akhirnya etika
berkembang menjadi studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepatan,
menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia
Menurut professor Robert Salomon, etika dapat dikelompokkan menjadi dua :
Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termasuk bahwa orang yang
beretika adalah orang yang baik. Pengertian ini disebut pemahaman manusia
sebagai individu yang beretika.
• Etika merupakan hokum social. Etika merupakan hukum yang mengatur,
mengendalikan serta membatasi perilaku manusia.
Padanya perkembangannya, etika telah menjadi sebuah studi. Fagothey(1953)
mengatakan bahwa etika adalah studi tentang kehendak manusia, yaitu kehendak yang
berhubunga dengan keputusan yang benar dan yang salah dalam tindak perbuatannya.
Pertanyaan tersebut ditegaskan kembali oleh Sumaryono(1995) yang menyatakan
bahwa etika merupakan studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan
kodrat manusia yang mewujudkan melalui kehendak manusia dalam perbuatannya.
1.2 Etika, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berfungsi sebagai interprestasi tentang hidup
manusia, yang bertugas meneliti dan menentukan semua fakta konkret hingga yang
Abdul Kadir (2001) memperinci unsur-unsur penting filsafat sebagai ilmu sebagai
Dengan cara refleksi, metodis dan sistematis
Beberapa alasan yang dapat dikemukakan untuk itu antara lain adalaah bahwa etika
merupakan ilmu yang mempelajari perbuatan baik dan buruk . Sebagai sebuah ilmu,
etika juga berkembang menjadi studi tentang kehendak manusia dalam mengambil
keputusan untuk berbuat, yang mendasari hubungan antara sesame manusia. Di
samping itu, etka juga merupakan studi tentang pengembangan karena kesadaran,
bukan paksaan. Adapun alasan yang terakhir mengungkap bahwa etika adalah studi
tentang nilai-nilai manusiawi yang berupaya menunjukkan nilai-nilai hidup yang baik
1.3 Etika, Moral, dan Norma Kehidupan
Secara etimologis, etika dapat pula disamakan dengan moral. Moral berasal dari
bahasa latin “mos” yang juga berarti sebagai adat kebiasaan. Secara etimologis, kata
moral sama dengan etika yaitu nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan
seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya didalam komunitas
Hal senada juga disampaikan oleh Lawrence Konhberg (1927-1987), yang
menyatakan bahwa etika dekat dengan moral. Lawrence menyatakan bahwa
pendidikan moral merupakan integrasi berbagai ilmu seperti psikologi, sosiologi,
antropologi budaya, filsafat, ilmu pendidikan, bahkan ilmu politik. Hal-hal itu yang
sedemikian rupa, kita pun memaklumi bahwa membangun etika bukanlah pekerjaan
Lawrence Konhberg mencatat ada enam oerientasi tahap perkembangan moral
yang deket hubungannya dengan etika. Enam tahap tersebut adalah berikut :
1. Orientasi pada hukuman, ganjaran, kekuatan fisik dan material.
2. Orientasi hedonistis hubungan antarmanusia.
6. Orientasi moralitas prinsip suara hati, individual, komprehensif, dan universal.
Kemudian, jika dikaji lebih dalam lagi, beberapa ahli membedakan etika dan
moralitas. Menurut Sony Keraf (1991), moralitas adalah sistem nilai tentang bagaimana
kita harus hidup dengan baik sebagai manusia. Dan menurrut Frans Magis Suseno
(1987), memiliki pernyataan yang sepaham dengan pernyataan diatas, bahwa etika
adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran, sedangkan yang memberi manusia
norma tentang bagaimana manusia harus hidup adalah moralitas. Etika justru hanya
melakukan refleksi kritis atas norma dan ajaran moral tersebut.
1.4 Pelanggran Etika dan Kaitannya dengan Hukum
Banyak hal yang menyebabkan terjadinya tindakan-tindakan tidak etis. Jan Hoesada
(2002) mencatat beberapa factor yang berpengaruh pada keputusan atau tindakan-
tindakan tidak etis dalam perusahaan, antara lain adalah :
c. Perilaku dan kebiasaam individu
Selanjutnya, akan dibicarakan sanksi pelanggaran etika, beberapa jenis sanksi.
1.sanksi sosial. Sanksi sosial ini bisa saja berupa teguran dari pemuka social hingga
Pengucilan dari kehidupan bermasyarakat.
2.sanksi hukum. Dalam hal ini, hukum pidana menduduki tempat utama karena
Masalah integritas, obyektivitas dan manfaat bagi masyarakat luas, pemerintah dan
integritas, obyektivitas dan manfaat bagi masyarakat luas, pemerintah dan
dunia usaha, sedangkan hukum perdata menempati prioritas selanjutnya.
1.5 Berbagai Macam Etika yang Berkembang di Masyarakat
Etika dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu etika deskriptif dan etika
Etika deskriptif merupakan etika yang berbicara mengenai suatu fakta, yaitu
tentang nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas
yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.
Etika normatif merupakan etika yang memberikan penilaian serta himbauan
kepada manusia tentang bagaimana harus bertindak sesuai norma yang
Etika normatif berbeda dengan etika deskriptif. Perbedaanya adalah bahwa
etika diskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang
perilaku yang akan dilakukan, sedangkan etika normative member penilaian sealigus
memberikan norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.
1.6 Etika dan Teknologi : Tantangan Masa Depan
Teknologi sebenarnya hanya alat yang digunakan manusia unutk menjawab
tantangan hidup. Jadi,faktor manusia dalam teknologi sangat penting. Ketika manusia
membiarkan dirinya dikuasai teknologi maka manusia yang lain akan mengalahkannya.
Sebenarnya, teknologi dikembangkan untuk membantu manusia dalam melaksanakan
aktivitasnya. Hal itu karena manusia memang memiliki keterbatasan. Keterbatasan
inilah yang lalu harus ditutupi oleh teknologi tersebut. Bagaimana pun, kendali
pengguna teknologi tetap sepenuhnya ada di tangan manusia. Oleh sebab itu,
pendidikan manusiawi termasuk pelaksanaan norma dan etika kemanusiaannya tetap
harus berada pada peringkat teratas, serta tidak hanya melakukan pemujaan terhadap
BAB II
ETIKA KOMPUTER : SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA
Sejarah ini dimulai dari tahun 1940-an, dimana seseorang professor Nobert Wiener
membantu mengembangkan suatau meriam anti pesawat yang mampu menembak
jatuh sebuah pesawat tempur yang melintas diatasnya. Tatangan universal dari proyek
tersebut menyebabkan Wiener dan beberapa rekan kerjanya harus memperhatikan
sisi lain dari sebuah perkembangan teknologi, yaitu etika. Dalam konsep penelitiannya,
Wiener meramalkan terjadinya revolusi social dan konsekuensi etis dari perkembangan
teknologi informasi. Ditahun 1948, di dalam bukunya Cybernetics: control and
Communication in the Animal and the Machine. Didalam buku tersebut dikatakan
bahwa Wiener mengungkapkan bahwa mesin komputasi modern pada prinsipnya
merupakan sistem jaringan syaraf yang juga merupakan peranti kendali otomatis.
Dalam pemanfaatan mesin tersebut, manusia akan dihadapkan pada pengaruh social
tentang arti penting teknologi tersebut yang ternyata mampu memberikan “kebaikan”,
Pada pertengahan tahun 1960, Donn Parker dari SRI Internasional Menlo Park
California melakukan berbagi riset untuk menguji penggunaan computer yang tidak sah
dan tidak sesuai dengan profesionalisme di bidang computer. Parker menyampaikan
ungkapan yang menggambarkan bahwa ketika orang-orang masuk pusat kompter,
mereka meninggalkan etika mereka diambang pintu. Selanjutnya, Parker melakukan
riset dan mengumpulkan berbagai contoh kejahatan computer dan aktifitas lain yang
menurutnya tidak pantas dilakukan para professional computer. Parker juga dikenal
menjadi pelopor kode etik profesi bagi professional di bidang computer, yang tandai
dengan usahanya pada tahun 1968 ketika ditunjuk untuk memimpin pengembangan
Kode Etik Profesional yang pertama dilakukan untuk Association for Computing
Perkembangan etika computer di era 1970-an juga diwarnai dengan karya Walter
Maner yang sudah mulai menggunakan istilah “computer ethics” untuk mengacu pada
bidang pemeriksaan yang berhadapan dengan permasalahan etis yang diciptakan oleh
Tahun 1980-an, sejumlah konsekuensi social dan teknologi informasi yang etis
menjadi isu public di Amerika dan Eropa. Hal-hal yang sering dibahas adalah computer-
enable crime atau kejahatan computer, masalah-masalah yang disebabkan karena
kegagalan sistem computer, invasi keleluasaan pribadi melalui databse computer dan
perkara pengadilan mengenai kepemilikan perangkat lunak. Dan akhirnya membawa
etika computer sebagai suatu disiplin ilmu. Perteengahan 80-an, James Moor
menerbitkan artikel menarik yang berjudul “What Is Computer Ethics?”, dan Deborah
Johnson juga menerbitkan buku teks Computer ethics.
Sepanjang tahun 1990-an sampai sekarang makin banyak buku teks, artikel tentang
bidang etika komputer dan pemikiran yang baru, seperti Donald Gotterbarn, Keith
Miller, Simon Rogerson, dan Dianne Martin seperti juga banyak organisasi professional
computer yang menangani tanggung jawab social profesi tersebut, seperti Electronic
Frontier Foundation, ACM-SIGCAS – memeimpin proyek relevan untuk melakukan
riset mengenai tanggung jawab professional dibidang komputasi. Para ahli computer
di Inggris, Polandia, Belanda, dan Italia menyelenggarakan ETHICOMP sebagai
rangakaian konferensi yang dipimpin oleh Simon Rogerson. Kepeloporan Simon
Rogerson dari De Montfort University (UK), yang mendirikan Centre for computing
and Social Resposibility. Di dalam pandangan Rogerson, ada kebutuhan dalam
pertengahan tahun 1990 untuk sebuah “generasi kedua” yaitu tentang pengembangan
The mid-1990s has heralde the beginning of a second generation of computer
Ethics. The time has come to build upon and elaborate the conceptual foundation
whilst, in parallel, developing the frameworkws within which pratical action
can occur, thus reducing the probability of unforeseen effect of information
technology application [Rogerson, Bynum,1997].
Berkat jasa dan kontribusi pemikiran yang brilian dari para ilmuwan dibidang etika
computer. Akhirnya etika computer menjadi salah satu bidang ilmu utama pada banyak
pusat riset dan perguruan tinngi di dunia yang akan terus dikembangkan mengikuti
Isu-isu pokok yang berhubungan dengan etika di bidang pemanfaatan teknologi
• Kejahatan Komputer : kejahatan seperti menyebar virus, spam email,
penyadapan transmisi, carding (pencurian melalui internet), DoS (Denial of
Services), hacker, cracker dan sebagainya.
• Cyber Ethics :berkembang pada internet, merupakan suatu jaringan yang
menghubungkan computer diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit
menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses. Menuntut adanya aturan
dan prinsip dalam melakukan komunikasi via internet. Salah satuyang
dikembangkan adalah Neiket atau Nettiquette, yang merupakan salah satu
etika acuan dalam berkomunikasi menggunakan internet.
• E-commerce : sebuah sistem yang digunakan untuk perdagangan yang
menggunakan mekanisme elektronik yang ada di jaringan internet. Pada
permasalahan yang menyangkut perdagangan via tersebut, diperlukan acuan
model hukum yang dapat digunakan sebagai transaksi. Salah satu acuan
internasional adalah Uncitral Model Law on Electronic Commerce 1996.
Model tersebut telah disetujui oleh General Assembly Ressolution No 51/162
• Pelanggaran Hak Atas Kekayaan Intelektual : pelanggaran yang dilakukan
atas kekayaan intelektual tentang pembajakkan, softlifting (pemakaian lisensi
melebihi kapasitas penggunaan yang seharusnya), penjualan CDROM illegal
atau juga penyewaan pernagkat lunak illegal.
Tanggung Jawab Profesi : kode etik profesi tersebut menyangkut kewajiban
pelaku profesi terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi, kewajiban pelaku
profesi terhadap masyarakat, kewajiban pelaku profesi terhadap sesame
pengemban profesi ilmiah, serta kewajiban pelaku profesi terhadap sesame
umat manusia dan lingkungan hidup. Munculnya kode etik profesi tersebut
tentunya memberikan gambaran adanya tanggung jawab yang tinggi bagi
para pengemban profesi bidang computer untuk menjalankan fungsi dan
tugasnya sebagai seorang profesional dengan baik sesuai garis-garis
profesionalisme yang ditetapkan.
BAB III
PEKERJAAN, PROFESI, DAN PROFESIONAL
Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi tidak semua pekerjaan adalah
profesi. Profesi adalah suatu bentuk pekerjaan yang mengharuskan pelakunya memiliki
pengetahuan tertentu yang diproleh melalui pendidikan formal dan keterampilan
tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja pada orang
menguasai keterampilan tersebut, dan terus memperbaharui ketrampilannya sesuai
Dengan mencintai profesi, orang akan terpacu untuk terus mengembangkan
kemampuan yang mendukung profesi tersebut. Kembali menilik pada pengertian profesi
yang telah dibahas sebelumnya, seorang pelaku profesi haruslah memiliki sifat-sifat
Menguasai ilmu secara mendalam dalam bidangnya.
Mampu mengonversikan ilmu menjadi ketrampilan.
Selalu menjunjung tinggi etika dan integritas profesi.
Selanjutnya, seorang yang professional adalah seseorang yang menjalankan
melakukannya
menurut
profesionalisme yang berlaku pada profesinya tersebut. Beberapa sikap sebagai
Menjadi bagian masyarakat professional.
Proses professional atau profesionalisasi adalah proses evolusi yang menggunakan
pendekatan organisasi dan sistematis untuk mengembangkan profesi ke arah status
professional.Untuk mengukur sebuah profesionalisme, tentunya perlu diketahui terlebih
dahulu standar professional. Secara teoritis menurut Gilley dan Eggland (1989), standar
professional dapat diketahui dengan empat perspektif pendekatan, yaitu :
a. Pendekatan berorientasi filosofi :
Ø Pendekatan lambang professional : Lambang professional yang dimaksud
antara lain seperti sertifikasi, lisensi, dan akreditasi.
Ø Pendekatan sikap individu : pendekatan ini melihat bahwa layanan
individu pemegang profesi diakui oleh umum dan bermanfaat bagi
Ø Pendekatan electic : ini merupakan pendekatan yang menggunakan
prosedur, teknik, metode dan konsep dari berbagai sumber, sistem,dan
b. Pendekatan orientasi perkembangan :
Ø Berkumpulnya individu-individu yang memiliki minat yang sama terhadap
Ø Melakukan identifikasi dan adopsi terhadap ilmu pengetahuan tertentu
untuk mendukung profesi yang dijalaninya.
Ø Terorganisir secara formal pada suatu lembaga yang diakui oleh
pemerintah dan masyarakat sebagai sebuah organisasi profesi.
ØMembuat kesepakatan mengenai persyaratan profesi berdasarkan
pengalaman atau kualifikasi tertentu.
ØMenentukan kode etik profesi yang menjadi aturan main dalam
menjalankan sebuah profesi yang harus ditaati oleh semua anggota
ØRevisi persyaratan berdasarkan kualifikasi tertentu seperti syarat
akademis dan pengalaman melakukan pekerjaan di lapangan.
c. Pendekatan orientasi karakteristik :
Ø Kode etik profesi yang merupakan aturan main dalam menjalankan
Ø Pengetahuan yang terorganisir yang mendukung pelaksanaan sebuah
Ø Keahlian dan kompetensi yang bersifat khusus.
Ø Tingkat pendidikan minimaldari sebuah profesi. Ini penting untuk menjaga
mutu profesi yang bersangkutan.
Ø Sertifikat keahlian yang harus dimiliki sebagai salah satu lambing
Ø Proses tertentu sebelum memangku profesi untuk bisa memikul tugas dan
tanggung jawab dengan baik.
Ø Adanya kesempatan untuk menyebarluaskan dan bertukar ide di antara
Ø Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi malpraktik dan
pelanggaran kode etik profesi.
d. Pendekatan orientas non-tradisional : perspektif pendekatan non-tradisional
menyatakan bahwa seseorang dengan bidang ilmu tertentu diharapkan
mamapu melihat dan merumuskan karakteristik yangunik dan kebutuhan
Dapat disimpulkan bahwa mengukur profesionalisme bukanlah hal yang
mudah karena profesionalisme tersebut diperoleh melalui suatu proses
professional, yaitu proses evolusi dalam mengembangkan profesi kea rah
status professional yang diharapkan.
BAB IV
PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI IFORMASI
4.1 Gambaran Umum Pekerjaan di Bidang Teknologi Informasi
Secara umum, pekerjaan di bidang teknologi informasi setidaknya terbagi
1. Kelompok pertama, mereka yang bergelut di dunia perangkat lunak (software), baik mereka yang
merancang sistem operasi, database, maupun sistem aplikasi. Terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti
2. Kelompok kedua, adalah mereka yang bergelut di bidang perangkat keras
(hardware). Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti:
3. Kelompok ketiga, adalah mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem
operasional sistem operasi. Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-
4. Kelompok keempat, adalah mereka yang berkecimpung di pengembangan bisnis teknologi
informasi. Pada bagian ini, pekerjaan diidentifikasikan oleh pengelompokan kerja berbagai
4.2 Profesi di Bidang TI Sebagai Profesi
Sebagai contoh, akan dikaji apakah pekerjaan software engineer bisa
digolongkan sebagai sebuah profesi. Software engineer melakukan aktifitas
engineering (analisa, rekayasa, spesifikasi, implementasi, dan validasi) untuk
menghasilkan produk berupa perangkat lunak yang digunakan untuk memecahkan
Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara baik dan benar,
seorang software engineer perlu terus mengembangkan bidang ilmu dalam
pengembangan perangkat lunak seperti misalnya :
a. Bidang ilmu metodologi pengembangan perangkat lunak
Untuk itu, seorang software engineer idealnya merupakan seseorang yang memiliki
pendidikan formal setingkat sarjana atau diploma dengan ilmu yang merupakan
gabungan dari bidang-bidang seperti :
a. Ilmu Komputer (Computer Science)
sebuah
profesi
pengetahuan dalam ilmu computer saja melainkan interdisipliner dari berbagai
bidang ilmu yang saling mengisi dan saling mendukung dalam menjalankan
4.3Pekerjaan di Bidang TI Standar Pemerintah
Pegawai negeri sipil yang bekerja di bidang teknologi informasi disebut
pranata computer. Pranata computer adalah pegawai negeri sipil yang diberi
tugas, wewenang, tanggung jawab, serta hak untuk membuat, merawat, dan
mengembangkan sistem, dan atau program pengolahan dengan computer. Di
bawah ini beberapa penjelasan tentang pranata computer tersebut :
Pengangkatan Pejabat Pranata Komputer
Syarat-Syarat Jabatan Pranata Komputer
• Bekerja pada satuan organisasi instansi pemerintah dan bertugas
pokok membuat, memelihara dan mengembangkan sistem dan atau program
• Berijasah serendah-rendahnya Sarjana Muda/Diploma III atau yang
Memiliki pendidikan dan atau latihan dalam bidang computer dan atau
pengalaman melakukan kegiatan bidang computer
• Memiliki pengetahuan dan atau pengalaman dalam bidang tertentu
yang berhubungan dengan bidang computer
• Setiap unsure penilaian pelaksanaan pekerjaan sekurang-kurangnya
Jenjang dan Pangkat Pranat Komputer
Pembebasan Sementara Pranata Komputer
Pemberhentian dari Jabatan Pranata Komputer
Standardisasi Profesi TI Menurut SRIG-PS SEARCC
SEARCC (South East Asia Regional Computer Confideration) merupakan suatu
beranggotakan
himpunan
Technology – Teknologi Informasi) yang terdiri dari 13 negara. Indonesia sebagai
anggota SEARCC telah aktif turut serta dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan
oleh SEARCC. Salah satunya adalah SRIGP-PS (Special Regional Interest Group
on Profesional Standardisation), yang mencoba merumuskan standardisasi
pekerjaan dalam dunia teknologi informasi.
Beberapa criteria yang menjadi pertimbangan dalam klarifikasi job, yaitu :
Cross country, cross-enterprise applicability, ini berarti job yang
diidentifikasi tersebut harus relevan dengan kondisi region dan setiap Negara
bukan
tittle
berorientasi pada fungsi, yang berarti bahwa gelar atau title yang diberikan pada
Testable/certifiable, klasifikasi pekerjaan harus bersifat testable, yaitu
bahwa fungsi yang di definisikan dapat diukur/diuji.
Applicable, fungsi yang didefinisikan harus dapat diterapkan pada
mayoritas Profesional TI pada region masing-masing
Gamar 4.1 Model klasifikasi yang direkomendasikan
Setiap jenis pekerjaan dari skema di atas masing-masing memiliki 3 tingkatan,
(terbimbing).
Tingkatan
pengalaman, membutuhkan pengawasan dan petunjuk dalam pelaksanaan
Moderately supervised (madya). Tugas kecil dapat dikerjakan oleh
mereka, tetapi tetap membutuhkan bimbingan untuk tugas yang lebih besar, 3-5
Independent/Managing (mandiri). Memulai tugas, tidak membutuhkan
bimbingan dalam pelaksansaan tugas.
Minggu, 06 Juni 2010
TUGAS BAHASA INDONESIA 5
Tahapan Penulisan Karya Ilmiah yaitu:
1. Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan
2. Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan
3. Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan
4. Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran
5. Tahap Penulisan
6. Tahap Penyuntingan
1. Tahap Pemilihan Topik atau Pokok Bahasan
2. Tahap Pengumpulan Informasi dan Bahan
3. Tahap Evaluasi Informasi dan Bahan
4. Tahap Pengelolaan Pokok-pokok Pikiran
5. Tahap Penulisan
6. Tahap Penyuntingan
TUGAS BAHASA INDONESIA 4
1.Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
2.Kriteria metode ilmiah yaitu:
1.Berdasarkan Fakta
Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasar-kan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.
2.Bebas dari Prasangka
Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.
3.Menggunakan Prinsip Analisa
Dalam memahami serta member! arti terhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis, Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.
4.Menggunakan Hipotesa
Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.
5.Menggunakan Ukuran Obyektif
Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras.
6.Menggunakan Teknik Kuantifikasi
Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating.
3.Langkah-langkah dalam metode ilmiah yaitu:
1. Memilih dan mendefinisikan masalah.
2. Survei terhadap data yang tersedia.
3. Memformulasikan hipotesa.
4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa.
5. Mengumpulkan data primair.
6. Mengolah, menganalisa serla membuat interpretasi.
7. Membual generalisasi dan kesimpulan.
8. Membuat Laporan
2.Kriteria metode ilmiah yaitu:
1.Berdasarkan Fakta
Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasar-kan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.
2.Bebas dari Prasangka
Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.
3.Menggunakan Prinsip Analisa
Dalam memahami serta member! arti terhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis, Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.
4.Menggunakan Hipotesa
Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.
5.Menggunakan Ukuran Obyektif
Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras.
6.Menggunakan Teknik Kuantifikasi
Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating.
3.Langkah-langkah dalam metode ilmiah yaitu:
1. Memilih dan mendefinisikan masalah.
2. Survei terhadap data yang tersedia.
3. Memformulasikan hipotesa.
4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa.
5. Mengumpulkan data primair.
6. Mengolah, menganalisa serla membuat interpretasi.
7. Membual generalisasi dan kesimpulan.
8. Membuat Laporan
TUGAS BAHASA INDONESIA 3
Karangan dibedakan menjadi 3 yaitu:
1. Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
Karakter :
Orang, persona, identitas, atau tokoh yang berasal dari sebuah karya fiksi.
Ciri-ciri :
* Isinya yang berupa kisah rekaan.
* Bersifat imajinatif
Contoh :
* Novel
* Cerpen (Cerita Pendek)
* Dongeng
* Drama
* Roman
2. Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
Contoh :
* Artikel
* Editorial
* Opini
* Feuture
* Reportase
3. Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
* Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
Karakteristik :
Singkat, padat, sederhana, lugas, lancar, dan menarik.
Ciri-ciri :
* Merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif ).
* Bersifat methodis dan sistematis
* Menggunakan laras ilmiah
contoh:
* Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
* Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
* Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
* Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.
1. Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
Karakter :
Orang, persona, identitas, atau tokoh yang berasal dari sebuah karya fiksi.
Ciri-ciri :
* Isinya yang berupa kisah rekaan.
* Bersifat imajinatif
Contoh :
* Novel
* Cerpen (Cerita Pendek)
* Dongeng
* Drama
* Roman
2. Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Karakteristiknya : berada diantara ilmiah.
Contoh :
* Artikel
* Editorial
* Opini
* Feuture
* Reportase
3. Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
* Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
Karakteristik :
Singkat, padat, sederhana, lugas, lancar, dan menarik.
Ciri-ciri :
* Merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif ).
* Bersifat methodis dan sistematis
* Menggunakan laras ilmiah
contoh:
* Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
* Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
* Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
* Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.
TUGAS BAHASA INDONESIA 2
1.Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
penlaran induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
2.macam-macam penalaran induktif yaitu:
a. Hubungan Kausal :
Hubungan keterkaitan atau ketergantungan dari dua realitas, konsep, gagaasan, ide, atau permasalahan. Suatu kegiatan tidak dapat mengalami suatu akibat tanpa disertai sebab, atau sebaliknya suatu kegiatan tidak dapat menunjukkan suatu sebab bila belum mengalami akibat.
Contoh :
Akibat – Sebab : Siti menangis karena senang mendapatkan uang untuk membeli obat untuk ibunya.
Sebab – Akibat : Waktu sudah menunjukkan pukul 08.15, 15 menit lagi ujian sudah mau dimulai, oleh karena itu aku harus segera bergegas pergi ke kampus.
b. Hubungan Analogi :
* Persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan
* Kesepadanan antara bentuk bahasa yang menjadi dasar terjadinya bentuk lain
* Sesuatu yang sama dalam bentuk, susunan, atau fungsi, tetapi berlainan asal-usulnya sehingga tidak ada hubungan kekerabatan
* Kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal yang dapat dipakai untuk dasar perbandingan
Contoh :
Pada kata mahasiswa-mahasiswi, saudara-saudari, dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
c. Hubungan Klasifikasi :
hubungan yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarkan dengan taksonomi.
3.aplikasi dalam kehidupan sehari-hari:
contoh:
Tes penalaran induktif mengukur kemampuan yang penting untuk menyelesaikan masalah. Tes tersebut juga disebut tes penalaran abstrak atau tes gaya diagramatik. Tes penalaran induktif mengukur kemampuan untuk secara fleksibel menangani informasi yang tidak dikenal dan menemukan solusi. Orang yang nilainya baik dalam tes ini memiliki kemampuan besar untuk berpikir baik secara konseptual maupun analitikal.
penlaran induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Generalisasi adalah bentuk dari metode berpikir induktif.
2.macam-macam penalaran induktif yaitu:
a. Hubungan Kausal :
Hubungan keterkaitan atau ketergantungan dari dua realitas, konsep, gagaasan, ide, atau permasalahan. Suatu kegiatan tidak dapat mengalami suatu akibat tanpa disertai sebab, atau sebaliknya suatu kegiatan tidak dapat menunjukkan suatu sebab bila belum mengalami akibat.
Contoh :
Akibat – Sebab : Siti menangis karena senang mendapatkan uang untuk membeli obat untuk ibunya.
Sebab – Akibat : Waktu sudah menunjukkan pukul 08.15, 15 menit lagi ujian sudah mau dimulai, oleh karena itu aku harus segera bergegas pergi ke kampus.
b. Hubungan Analogi :
* Persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan
* Kesepadanan antara bentuk bahasa yang menjadi dasar terjadinya bentuk lain
* Sesuatu yang sama dalam bentuk, susunan, atau fungsi, tetapi berlainan asal-usulnya sehingga tidak ada hubungan kekerabatan
* Kesamaan sebagian ciri antara dua benda atau hal yang dapat dipakai untuk dasar perbandingan
Contoh :
Pada kata mahasiswa-mahasiswi, saudara-saudari, dewa-dewi, putra-putri, pemuda-pemudi, dan karyawan-karyawati.
c. Hubungan Klasifikasi :
hubungan yang berkaitan dan sering kali digunakan atau dipertukarkan dengan taksonomi.
3.aplikasi dalam kehidupan sehari-hari:
contoh:
Tes penalaran induktif mengukur kemampuan yang penting untuk menyelesaikan masalah. Tes tersebut juga disebut tes penalaran abstrak atau tes gaya diagramatik. Tes penalaran induktif mengukur kemampuan untuk secara fleksibel menangani informasi yang tidak dikenal dan menemukan solusi. Orang yang nilainya baik dalam tes ini memiliki kemampuan besar untuk berpikir baik secara konseptual maupun analitikal.
Langganan:
Komentar (Atom)
